by

Kasus Positif & Pendidikan Di Era Krisis Pandemi

Perdananews – Sudah 47 hari semenjak pertama kali PSBB diberlakukan 10 april 2020 di DKI Jakarta kasus persebaran pandemi terus meningkat, ditunjukan dengan perbandingan data pada tanggal 10 april 2020 dengan kasus positif 3.512 jiwa, kasus meninggal dunia 306 jiwa, kasus sembuh 282 jiwa, sementara data pertanggal 27 mei 2020 menunjukan data kasus positif 23.851 jiwa, kasus meninggal dunia 1.473 jiwa, kasus sembuh 6.057 jiwa.

Sangat jelas sekali pemberlakuan PSBB tidak sama sekali mempengaruhi lonjakan kasus pandemi di Indonesia, justru dengan diberlakuakan PSBB banyak sektor yang mengalami krisis. Mulai dari krisis ekonomi, krisis sosial, krisis agama, krisis ideologi, krisis politik, dan yang mungkin terdampak namun luput dalam perbincangan oleh para aktivis atau pun tokoh yaitu krisis pendidikan, yang mana dengan diberlakukan nya PSBB kegiatan pendidikan di Indonesia mengalami hambatan, dari mulai kegiatan belajar mengajar hingga proses Ujian Nasional.

Dalam krisis ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan surat esaran nomer 4 tahun 2020 yang isinya 6 kebijaka untuk mengatasi pedidikan sebagai berikut :

  1. Ujian Nasional
    Dibatalkan nya Ujian Nasional, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan.
  2. Ujian Sekolah
    Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes tatap muka dengan mengumpulkan siswa, tidak boleh dilakukan.
  3. Kenaikan kelas
    Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.
  4. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
    Dinas Pendidikan dan sekolah menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.
  5. Dana Bantuan Operasional
    Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasional Pendidikan, dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah. Termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, dan masker bagi warga sekolah, serta untuk membiayai pembelajaran daring atau jarak jauh.
  6. Kegiatan Belajar Megajar
    Pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Konsep sekolah di rumah (home-schooling) tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan nasional. Meski makin populer, penerapan pembelajaran online (online learning) selama ini juga terbatas pada Universitas Terbuka, program kuliah bagi karyawan
di sejumlah universitas dan kursus-kursus tambahan (online courses).

Tantangan pendidikan

Sistem pendidikan online pun tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan. Dalam situasi yang lebih buruk, orangtua malah bisa berhadapan pada pilihan dilematis: memberi makan keluarga atau membiayai
pendidikan anak. Ini berpotensi membuat angka putus sekolah meningkat. Sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan secara nasional mulai tanggal 16 Maret 2020, muncul indikasi naiknya angka putus sekolah di berbagai tempat. Mulai dari Papua, Maluku Utara, hingga Jakarta. Ini daerah-daerah yang tergolong zona merah dalam penyebaran wabah. Angka putus sekolah dari kawasan perdesaan juga diperkirakan akan naik.

Namun jika dilihat dari fungsi nya, maka kita dituntut untuk memkasimalkan potensi potensi yang ada diruang lingkup rumah. Ayah yang dalam islam adalah sebagai kepala keluarga yang habit nya sekedar pencari nafkah bagi keluarga, maka saat ini dituntun untuk menjadi imam ketika beribadah, menjadi guru privat bagi anak anak nya. Ibu yang terbiasa hanya identik dengan pelayan, maka disini fungsi nya pun bertambah menjadi manajemen ekonom keluarga yang dituntun untuk mengelola ekonomi keluarga supaya tidak tergerus oleh kondisi dan menjadikan krisis ekonomi. Anak pun mempunyai peran yang sangat penting dalam tatanan berkeluarga saat ini, mereka dituntut untuk bisa jadi anak yang berbakti terhadap orang tua dengan ditunjukan sikap dan pola hidupnya saat dirumah. Jadi keluarga adalah unjung tombak pendidikan di masa pandemi ini, baik buruk nya pendidikan dipengaruhi pendidikan dari rumah dan akan terasa hasil nya dimasa yang akan datang.

Penulis : Deni ismail shaleh, S.Pd

News Feed