by

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diperpanjang Sampai Surabaya

Perdananews – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar megaproyek kereta cepat Jakarta ke Bandung diintegrasikan atau diperpanjang ke Surabaya, Jawa Timur.

“Arahan Bapak Presiden kereta cepat ini dilanjutkan, artinya perencanaannya dari Jakarta – Bandung, Bandung – Surabaya sehingga tentu nanti akan ditindaklanjuti,” kata Airlangga usai rapat terbatas “Evaluasi Proyek Strategis Nasional untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Covid-19” bersama Presiden di Jakarta, Jumat (29/05/2020).
Rencana ekspansi untuk mengintegrasikan proyek konektivitas modern ini selanjutnya akan dikaji Kementerian BUMN.

Saat ini proyek kereta cepat yang dalam tahap pelaksanaan adalah rute kereta cepat Jakarta – Bandung dengan kontraktor pelaksana PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC. Konsorsium ini terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway Corporation.

Baca Juga : Dari Kontributor Majalah Porno, Buzzer Rezim Hingga Menjadi Dirut TVRI


Kereta api berkecepatan tinggi ini ditargetkan dapat memangkas waktu tempuh Jakarta ke Bandung, dari sebelumnya sekitar tiga jam menjadi sekitar 40 menit dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Panjang rute yang dilewati adalah 142,3 kilometer.


Airlangga mengatakan Presiden juga meminta agar proyek kereta cepat ini dilaksanakan dengan prinsip ekonomis. Konsorsium pelaksana proyek, kata dia, juga diusulkan agar ditambah dengan konsorsium dari Jepang.


“Proyek tidak hanya berhenti di Bandung tapi sampai Surabaya dan diusulkan agar konsorsium bisa ditambah dari konsorsium dari Jepang,” ujarnya.

Baca Juga : Hadapi New Normal, Erick Thohir Terbitkan edaran Ini


Menko Perekonomian belum dapat merinci berapa total nilai investasi yang dibutuhkan dari rencana integrasi ini. Kementerian BUMN akan melakukan kajian terlebih dahulu mengenai seluruh rute yang akan dilewati dan keseluruhan proyek setelah perluasan pembangunan ini.


“Oleh Menteri BUMN (Erick Thohir) akan dikaji, baik itu mengenai anggota konsorsium juga mengenai rutenya dan total proyeknya,” kata mantan Menteri Perindustrian ini.

News Feed