by

Sah! Lahir “Penantang” Kelas Berat, Partai Gelora Indonesia

Perdananews Yasonna H Laoly Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-11.AH.11.01.01 Tahun 2020 tentang pengesahan badan hukum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Selasa (2/6/2020), sehari setelah peringatan Hari Lahirnya Pancasila.

Penyerahan dilakuan secara virtual melalui aplikasi Zoom oleh Yasonna Laoly kepada Muhammad Anis Matta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia di Jakarta.

Penyerahan ini juga dihadiri para pendiri diantaranya Fahri Hamzah Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik Sekretaris Jenderal, para Pimpinan MPN, Pimpinan MP, Pimpinan DPN, Pimpinan DPW, dan Ketua DPD se-Indonesia Partai Gelora Indonesia.

“Alhamdulillah, sehari setelah peringatan lahirnya Pancasila, Partai Gelora Indonesia mendapatkan SK Menkumham yang diserahkan langsung oleh Pak Yasonna Laoly. Partai Gelora sebagai partai politik resmi berbadan hukum. Mudah-mudahan momentum Pancasila ini, Partai Gelora Indonesia bisa mewarnai siklus perubahan di negeri ini,” kata Anis Matta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Selasa (2/6/2020).

Anis Matta mengatakan kehadiran Partai Gelora Indonesia adalah untuk mempertajam akal kolektif bangsa di saat dunia sedang mengalami krisis global yang berlarut sekarang ini.

Sebab, saat ini terlalu banyak ruang ketidaktahuan dan terlalu banyak ruang ketidakjelasan serta ketidapastian yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Anis menilai Indonesia harus merumuskan peta jalan baru untuk bisa melewati krisis global berlarut ini.

“Semua negara sekarang ini ditempah krisis tak terkecuali Indonesia, sehingga diperlukan ruang bagi akal kolektif untuk merumuskan peta jalan baru. Dasyatnya itu terumuskan di dalam Pancasila. Jadi Pancasila itu adalah akal kolektif bangsa,”jelasnya.

Sebelumnya, pada 31 maret 2020, Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora Indonesia) telah secara resmi mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai partai politik. Selain kepengurusan pusat, juga didaftarkan kepengurusan 34 DPW, 484 DPD dan 4394 DPC.

Menurut Baroto Direktur Tata Negara Ditjen AHU Kemenkumham, proses verifikasi administratif telah selesai pada tanggal 21 April 2020, dilanjutkan verifikasi faktual yang telah selesai pada 11 Mei lalu dan penyerahan SK Menkumham dilaksanakan pada Selasa (2/6/2020).

“Penyerahan SK Menkumham melalui pertemuan virtual ini dihadiri seluruh jajaran pimpinan Partai Gelora Indonesia dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Selamat untuk Partai Gelora Indonesia sudah berbadan hukum,” kata Baroto.

Pada kesempatan terpisah, Mahfuz Siddik Sekjen Partai Gelora Indonesia menyambut gembira dan bersyukur atas penyerahan SK Menkumham tentang badan hukum Partai Gelora Indonesia.

“Partai Gelora Indonesia lahir di tengah krisis. SK-nya ditandatangani menjelang malam-malam Lailatul Qadar. Tugas besar kami membangun gelombang solidaritas rakyat untuk mampu keluar dari krisis, dan selanjutnya membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dunia,” tegas Mahfuz.

Baca Juga : Anis Matta dan Arah Baru Indonesia


Gelorakan Semangat Indonesia!

Oleh ; Tengku Zulkifli Usman.

Teruslah berkarya, karena kesudahan yang baik bagi mereka yang bekerja.

Tuhan lebih mencintai hambaNya yang kuat daripada yang lemah, Allah mencintai seseorang yang serius dalam melaksanakan tugas tugasnya.

Tidak ada yang tau apa makna ijtihad ini kecuali mereka yang sudah merasakan bergelora bersama.

Belum ada yang benar benar tau apa rasanya hijrah ke narasi baru kecuali mereka yang benar benar paham arah barunya.

Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan orang orang yang memutuskan membuat rumah baru ini kecuali mereka yang benar benar berkeringat dan lelah pikirannya.

Kesemua ini bukanlah prestis pribadi kita, melainkan dedikasi terbaik kita kepada bangsa kita tercinta.

Biarlah gelora menjadi bukti nyata dan saksi hidup betapa kita sangat mencintai negara ini, sangat mencintai rakyat dan suluruh tumpah darahnya.

Biarlah rumah baru ini menjadi saksi betapa kita konsen kepada masa depan generasi kita yang lebih baik.

Biarlah waktu yang menjawabnya, biarlah waktu yang berbicara. Karena ini bukan zaman dimana kita berbicara dengan retorika.

Bekerjalah lebih keras, berpikirlah lebih mendalam, dan berkaryalah lebih profesional. Persembahkan sebaik baik dedikasimu untuk negeri ini.

Rubahlah semua gaya gayamu di masa lalu yang sudah tidak relevan, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tidak mengusahakannya sendiri.

Saya percaya semua kader dan follower gelora adalah orang orang yang sangat militan dan sangat determine. PR kita hanya bagaimana mengisi pikiran pikiran mereka dengan narasi narasi sehat agar tidak menjadi aktivis yang sempit dan destruktif.

Saya percaya, bahwa kekayaan kita yang paling besar adalah SDM dan Narasi besar kita. Maka fokuslah ke tema tema besar dan paralel dengan narasi kita, tinggalkan semua tema recehan.

Ubahlah cara cara berpikir salah dimasa lalu dan jangan pernah ulangi lagi kekeliruan masa lampau.

Luruskan lagi orientasi dan niat niat kita serta berlajarlah terus dengan cepat. karena negara besar ini akan babak belur dengan mental kerdil para politisinya.

Halaman baru kita harus lebih baik, hari hari kita kedepan harus jauh lebih baik. Agar akhir dari semua cerita ini adalah kebaikan dan kemaslahatan buat bangsa kita semua. Karena itulah cita cita tertinggi kita.

News Feed