by

AKUAPONIK ERA NEW NORMAL: MASALAH, SOLUSI DAN PELUANG EKONOMI

Karakteristik Urban Farming

Urban farming secara teknis dicirikan sebagai kegiatan bercocok tanam yang identik dengan sentuahn teknologi sederhana dengan menggunakan pipa PVC sebagai ciri khas utamanya. Berdasarkan kategorinya urban farming yang umum di masyarakat saat ini adalah hidroponik dan akuaponik.

Hidroponik adalah suatu budidaya tanaman yang yang didominasi dedaunan yang minim batang kambium yang media tanamnya tidak bergantung dengan tanah sehingga unsur haranya dipasok dari luar melalui pemberian mineral pada media tanamnya dan terjadi secara siklus / resirkulasi. Selain pipa PVC bahan yang digunakan sebagian besar berupa plastik atau gabus / strerofoam yang memiliki daya tahan lama usai pakai nya.

Hal ini berdasarkan istilah hidroponik (hydroponic) yang berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Tanaman yang diupayakan dalam kegiatan hidroponik misalnya kangkung, sesim, bayam, selada, sawi, pakcoy dan masih banyak lagi.

Jenis urban farming lainnya yakni suatu jenis budidaya tanaman yang menggabungkan ikan di dalamnya dalam sebuah siklus perputaran air dan disebut dengan akuaponik. Ikan yang dibudidayakan dalam sistem akuaponik ini adalah ikan yang memiliki toleransi luas pada perubahan kualitas air. Ikan yang umum yang diupayakan dalam Kegiatan ini umumnya berupa ikan konsumsi, misalnya : ikan lele, ikan nila, ikan patin, ikan mas dan ikan gabus

Terdapat dua mahzab dalam akuaponik ini, mahzab yang pertama adalah bahwa dalam akuaponik budidaya ikan adalah sebagai sisipan atau penyerta saja dimana  produk unggulnya adalah tetap berupa tanaman sedangkan mahzab lainnya mengganggap bahwa dalam akuaponik budidaya tanaman lah sebagai pelengkapnya sedangkan budidaya ikan adalah yang utamanya. Pada kenyataannya di lapangan keduanya menunjukkan tren perkembangan yang posiitif.

Keduanya baik hidroponik dan akuaponik memiliki persamaan dan perbedaan dalam aplikasinya di masyarakat. Adapun persamaan keduanya adalah menggunakan sumber air yang sama atau sistem resirkulasi dimana secara tidak langsung terjadi penghematan penggunaan sumber air, selain itu keduanya ditanami jenis tanaman yang didominasi oleh daun atau disebut juga sayuran daun yang memiliki masa panen yang cukup pendek yakni antara dua minggu hingga satu bulan dan dapat bertahan dengan baik.

Jenis tanaman tersebut toleran terhadap larutan dengan kadar mineral yang beraneka ragam dengan dosis mineral yang fluktuatif. Adapun perbedaan antar keduanya adalah dari sistem budidayanya dimana untuk hidroponik hanya fokus pada budidaya sayurannya saja sehingga cukup pengaturan AB Mix saja, sedangkan akuaponik tidak hanya fokus pada budidaya tanaman saja tetapi juga pada budidaya ikan sehingga tidak hanya sekadar AB Mix saja tetapi juga pelet sebagai pakan ikan.

Keterpaduan inilah yang kadang menjadi momok bagi pecinta akuaponik, butuh sentuhan seni tersendiri karena untuk mensinergiskan dua jenis budidaya ini tidaklahmudah dan butuh kejelian dalam pemberian takaran nutrisi keduanya.

Sistem hidroponik dan akuaponik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dalam aplikasinya. Kelebihan sistem hidroponik adalah dalam praktiknya cukup fokus pada perluasan lahan saja karena yang diupayakan berupa tanaman berdaun dalam jumlah besar dengan berbagai jenis di kelasnya.

Hidroponik ini memiliki kekurangan yakni monoton dalam proses budidayanya artinya yang dipanen berupa tanaman saja. Bagi pelaku hidroponik yang sudah masuk skala bisnis apalagi sudah memiliki pasar swalayan yang memiliki daya beli cukup baik, mereka mampu improvisasi jenis tanaman sehingga monotonisme jenis tanaman dapat diatasi. Hal ini karena tuntutan pasar ketika sudah mengenal produk hdiroponik, maka kecenderungan pasar adalah meminta variasi jenis produk dari produsen yang sama.

Sistem akuaponik memiliki kelebihan dalam hal variasi produk yakni tidak hanya tanaman tetapi juga ikan yang dihasilkan. Keduanya memiliki kombinasi dan bila dirupiahkan menjadi penghasilan yang lumayan dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Kekurangan dari sistem akuaponik ini adalah pengaturan nutrisi baik ke ikan atau tanaman yang keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Ketidakseimbangan nutrisi yang terdapat di dalam media air bisa menyebabkan salah satu tidak berkembang bahkan akan mengalami kematian. Hal inilah yang menyebabkan mengapa akuaponik masih tejebak dalam risetisme bukan komersialisme apalagai makmurisme.

News Feed