by

AKUAPONIK ERA NEW NORMAL: MASALAH, SOLUSI DAN PELUANG EKONOMI

Melipatgandakan Profit Akuaponik

Agar mendapatkan hasil yang baik dan mendongkrak nilai ekonomi walau luasan sempit yakni dengan cara membuat variasi jenis tanaman dan ikan. Salah satunya adalah menggunakan tanaman bernilai hias untuk keperluan akuaskap.

Mengapa tanaman air akuaskap ? hal ini karena tanaman air adalah jenis tanaman yang tahan terhadap air baik jenis terendam air sebagianmaupun terendam seluruhnya. Beberapa tanaman air yang diusahakan yakni jenis Anubias atau Echinodhorus yang masing – masing memiliki harga per rhizome atau tangkai yakni berkisar Rp 12.000 dan Rp 8.000.

Nilai tersebut tentu lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran daun yang dijual di pasar dengan satuanikat, dimana satu ikat terdiri dari lebih dari satu tangkai dengan harga maksimal Rp 1.000.

Ikan yang dibudidayakan di sistem akuaponik bisa menggunakan ikan hias yang bernilai ekonomis tinggi yang tahan pada kondisi kolam seperti gurami padang dan peacock bass yang masing-masing di ukuran yang sama 8 cm memiliki harga Rp 5000 / ekoruntuk gurami padang dan Rp 30.000 / ekor untuk jenispeacock bass. Harga tersebut tentu lebih tinggi daripada ikan konsumsi yang dihargai Rp 20.000 / kg dengan isi 4 ekor / kg.

Terkait pemasaran baik ikan hias maupun tanaman air hias tersebut bisa langsung via marketplace yang ada karena bisa dijual per satuan sehingga tidak ada kekhawatiran terkait market terlebih di masa new normal seperti saat ini.

Pada akhirnya momentum new normal menjadi kesempatan untukmenabung pundi rupiah dengan berimprovisasi akuaponik berbasis tanaman dan ikan hias yang bernilai ekonomis tinggi, tentunya yang istimewa adalah kita mendapat bonus kebugaran tubuh karena kegiatan akuaponik sejatinya terdiri dari kegiatan olah raga di rumah (pengecekan kualitas air, pengaturan tata letak, penebaran bibit, pemeliharaan dan pemanenan).

*Tulisan ini adalah salah satu dari beberapa bahasan di Buku “Urban Farming : Kata Petani Kota”

Penulis

Henry Kasman Hadi Saputra,SPi MSi. Dosen Prodi TPMPB (Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya), Sekolah Vokasi IPB University, Bogor dan bergabung di Komunitas Akuaponik Indonesia (BAI).

News Feed