by

Memperbaharui Arah Baru Ekonomi Umat

Perdananews – Jika anda adalah aktivis gerakan Islam, atau punya perhatian untuk melakukan perubahan taraf kehidupan ekonomi umat, pertanyaan saya adalah: berapa pendapatan bersih anda perdetik, permenit, perjam, perhari? Tentu kita akan tercengang, membaca keuntungan Microsoft dalam setiap detiknya menyentuh angka 220 dollar perdetik.

 
Jika level personal tidak ada. Mari tanyakan pada level organisasi, berapa cadangan kapital organisasi anda, apakah mencukupi untuk berada di barisan investor? Atau coba hitung, total kekayaan seluruh anggota organisasi dengan kekayaan satu dua taipan, bisakah mengimbangi?

 
Saya tidak sedang membawa anda pada pesimisme, namun realitas membuktikan, rerata kita belum beranjak dari posisi fuqoro masa kini, padahal kita telah meneriakkan kesejahteraan bagi bangsa dan dunia, paling tidak 30 tahun ke belakang.

 
Kesadaran rerata kita untuk sekedar membicarakan kesejahteraan, terdesak ringkih oleh kata tabu. Padahal pusaran derita berawal dan bermuara dari kesejahteraan. Bagaimana kita bisa menjadi donatur negeri, sementara ekonomi kita di posisi prematur? Bagaimana kita bisa membangkitkan peradaban umat, di sisi lain, ekonomi kita terlahir mati?

 
Ironisnya, sebagai aktivis gerakan Islam, kita tidak memiliki satupun karakteristik yang layak diandalkan: tidak punya kemampuan mengeksplorasi sumber daya ekonomi di bawah perut bumi. Plus tertinggal dalam mengelola potensi ekonomi di atas tanah, di Samudera, dan di angkasa.

Baca Juga : Gelagat Pandir Pemuda Indonesia

 
Imajinasi penting. Mimpi juga penting. Namun jurang pemisah yang terlalu lebar antara impian (harapan) dan kenyataan, adalah problem terbesar umat (kita) saat ini. Perlu lompatan besar. Namun sebelum itu, perlu revolusi Radikal atas kesadaran bahwa kita ini lemah dalam kapasitas dan lemah dalam sumber kemungkinan.

 
Di titik ini, adakah solusi? Ada. Harus ada satu-dua generasi yang mewakafkan waktu, tenaga, dana, dan kesempatan kepada generasi penerus. Menyiapkan generasi inovatif, kreatif dalam rentang waktu 10-20 tahun ke depan, jauh lebih memungkinkan umat ini meraih kapital besarnya, daripada kita mengumpulkan duit milyaran untuk merancang bisnis yang hulu ke hilir dikuasai pembenci Islam.

 
Miliu inovatif, kreatif kita ciptakan dari dana ZISWAF masyarakat dunia Islam. Lalu mengambil insan-insan brilian dari seluruh dunia. Diajarkan tentang prediksi dan bacaan kehidupan masa depan, dengan produk andalan yang akan mereka ciptakan, satu dua produk atau seluruhnya. 

Sebagai gambaran. Berapa pemasukan negara sekecil Korea Selatan dari produk Samsung? Atau China dengan produk Huwaei 5G. Fantastis, itu sama dengan PDB 22 negara Arab disatukan dari penghasilan minyak. Berapa modal untuk HP merk Samsung? Tidak akan lebih dari 200 U$, tapi dijual ribuan dollar bukan? 


Jadi jika impian kita mengelola dunia, mulai dulu dengan keseriusan memilih SDM terbarukan, tidak lagi “ngoyo” dengan SDM yang rerata mendekati usia fosil. Jika kita gagal memilih langkah operasional, bisa dipastikan akan mengulang kegagalan gerakan Islam mengelola kapital, saat belum berkuasa dan hingga ketika berkuasa.

Penulis : Dr. Nandang Burhanudin

News Feed